TUGAS UJIAN AKHIR SEMESTER 4
ARTIKEL PENDIDIKAN
RELIGIUSITAS ANAK
DOSEN
PENGAMPU :
Dra.
IGNATIA ESTI SUMARAH, M.Hum.
DISUSUN
OLEH :
EKO
BUDIYONO 111134156/ 4C
PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU
PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SANATA DHARMA
YOGYAKARTA
2013
PENDIDIKAN RELIGIUSITAS ANAK :
“Membaca Surat Al-Kautsar dengan
lancar” untuk kelas 4 SD
(Sebuah Inspirasi)
1.
PENDAHULUAN
Karya
tulis ini dibuat dalam konteks pendidikan religiusitas anak. Adapun yang
dimaksud dengan pendidikan religiusitas merupakan komunikasi iman, baik
antar-anak didik yang seagama maupun yang berbeda agama dan kepercayaan agar
membantu anak didik menjadi manusia yang religius, bermoral, terbuka, dan mampu
menjadi pelaku perubahan sosial demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera
lahir dan batin, berdasarkan nilai-nilai universal,
misalnya kasih, kerukunan, kedamaian, keadilan, kejujuran, pengurbanan,
kepedulian, persaudaraan (Heribertus, 2009). Komunikasi iman merupakan suatu
proses mengungkapkan pengalaman iman yang dialami peserta didik secara dialogal
antara peserta didik yang seagama maupun yang berbeda agama dan kepercayaan.
Melalui pendidikan religiusitas, anak diharapkan mampu untuk saling menghormati
antar teman yang seagama maupun yang berbeda agama dan kepercayaan. Peserta
didik juga diharapkan mampu mengomunikasikan imannya dan mendengarkan teman
yang berbeda agama dan kepercayaan.
Kuliah
pendidikan religiusitas diberikan di semester 4 supaya mefasilitasi penulis
agar dapat mengajar religiusitas pada peserta didik SD. Dengan demikian penulis
memiliki kemampuan untuk mengajar religiusitas yang berkaitan dengan pendidikan
karakter peserta didik. Pendidikan karakter adalah upaya sadar dan sungguh-sungguh
dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai kepada para peserta didiknya
(Winton, 2010). Guru diharapkan dapat meningkatkan perilaku peserta didik
menjadi lebih baik, sehingga kedepannya peserta didik dapat menghadapi
kehidupan sosial di masyarakat.
Penulis
difasilitasi untuk dapat mengajar religiusitas dengan cara: Pertama, mempelajari teori tentang arti
pendidikan religiusitas dan tahap-tahap perkembangan anak. Tujuannya supaya
penulis dapat membantu peserta didik menjadi manusia yang religious, bermoral,
terbuka, dan mampu menjadi pelaku perubahan soasial yang lebih baik dan
terwujudnya masyarakat yang sejahtera. Kedua,
penulis melakukan observasi kepada guru agama di SD untuk mengetahui materi
agama (religiusitas) yang sulit di ajarkan kepada peserta didik. Tujuannya
supaya penulis dapat mengetahui metode yang cocok untuk mengajarkan materi yang
menurut guru agama di SD tersebut sulit untuk diajarkan.
Dari
hasil observasi penulis kepada seorang guru agama Islam di SD Muhammadiyah
Sapen penulis mendapatkan informasi jika guru tersebut mengalami kesulitan
dalam mengajarkan materi menghafal surat Al-Kautsar. Oleh karena itu penulis
termotivasi untuk mengemas pembelajaran religiusitas dengan judul “Membaca
Surat Al-Kautsar Dengan Lancar” Untuk Kelas 4 SD. Persiapan yang penulis
lakukan untuk dapat mengajar materi tersebut adalah penulis mencari
informasi/teori tentang Surat Al-Kautsar beserta artinya. Kemudian penulis
mempelajari SK dan KD tentang materi tersebut agar dapat menyusun RPP-nya sekaligus
memikirkan dan mendisain media pembelajarannya. Akhirnya penulis melakukan
simulasi di depan dosen dan teman-teman satu kelas untuk mendapatkan umpan
balik demi perbaikan RPP dan praktek mengajar penulis. Semuanya itu akan
penulis uraikan dalam artikel ini.
2.
PENDIDIKAN
RELIGIUSITAS DALAM KONTEKS PENDIDIKAN KARAKTER ANAK
Pendidikan
religiusitas merupakan komunikasi iman, baik antar-peserta didik yang seagama
maupun yang berbeda agama dan kepercayaan agar membantu peserta didik menjadi
manusia yang religius, bermoral, terbuka, dan mampu menjadi pelaku perubahan
sosial demi terwujudnya masyarakat yang sejahtera lahir dan batin, berdasarkan
nilai-nilai universal, misalnya
kasih, kerukunan, kedamaian, keadilan, kejujuran, pengurbanan, kepedulian,
persaudaraan (Heribertus, 2009). Pendidikan religiusitas yang merupakan
komunikasi iman menggunakan pendekatan yang berpusat pada pengalaman dan iman
peserta didik. Komunikasi iman ini
meliputi pribadi peserta didik dengan peserta didik, guru dengan peserta didik,
peserta didik dengan teks, dan peserta didik dengan Allah SWT. Komunikasi ini
diharapkan dapat membantu peserta didik untuk menjadi pribadi yang lebih
beriman dari agama dan kepercayaannya dan dapat menerapkannya dikehidupan
nyata. Pendidikan religiusitas ini mengajarkan peserta didik sampai ke sikap
batin mengenai Allah SWT dan berkaitan tentang kehidupan.
Pendidikan
agama Islam merupakan salah satu bentuk dari pendidikan religiusitas semacam
itu sebab pendidikan agama Islam mengajarkan tentang sikap batin peserta didik
mengenai Allah SWT. Hal tersebut sekaligus bertujuan untuk membina karakter
peserta didik. Adapun yang dimaksud dengan pendidikan karakter adalah upaya
sadar dan sungguh-sungguh dari seorang guru untuk mengajarkan nilai-nilai
kepada para peserta didiknya (Winton, 2010). Guru seharusnya dapat mengarahkan
dan membimbing peserta didik agar memiliki nilai dan berperilaku yang baik. Hal
tersebut untuk membantu peserta didik dalam kehidupan sosial di dalam
masyarakat kedepannya dan menjadikan peserta didik menjadi manusia yang utuh.
Pendidikan
agama dengan judul “Membaca Surat Al-Kautsar dengan lancar untuk kelas 4 SD”
merupakan pendidikan karakter. Alasannya dengan peserta didik membaca dan
mengartikan surat Al-Kautsar dapat meningkatkan imannya terhadap Allah SWT.
Peserta didik dapat bersyukur atas segala nikmat yang diberikan oleh Allah SWT,
yang dapat di wujudkan melalui rajin sholat dan rela untuk berkorban. Sholat
merupakan tiang agama Islam, dengan sholat peserta didik dapat mengingat Allah
SWT. Sholat juga dapat mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik,
contohnya saja mengajarkan kedisiplinan kepada peserta didik. Rela untuk berkorban
juga mengajarkan peserta didik untuk selalu membantu sesama manusia tanpa
pamrih. Rela berkorban dapat menumbuhkan rasa cinta terhadap sesama peserta
didik yang seagama maupun yang berbeda agama, sehingga dapat menciptakan
kerukunan.
3.
RPP
“MEMBACA SURAT AL-KAUTSAR DENGAN LANCAR”: INSPIRASI UNTUK MENGAJAR RELIGIUSITAS
DI KELAS 4 SD
Judul “Membaca Surat Al-Kautsar dengan
lancar” yang intinya mengajarkan tentang pentingnya bersyukur atas nikmat yang
diberikan Allah SWT yang dapat diwujudkan melalui sholat dan berkorban (sumber
Juz Amma) diberikan dikelas 4 SD. Tujuannya adalah (1) Siswa mampu membaca 3
ayat surat Al-Kautsar melalui pengalaman membaca, (2) Siswa mampu mengartikan 3
ayat surat Al-Kautsar melalui diskusi, (3) Siswa mampu memilih 4 tanda baca yang
tepat untuk melengkapi surat Al-Kautsar dengan percaya diri, dan (4) Siswa
mampu menggabungkan potongan ayat dari surat Al-Kautsar menjadi padu dan utuh.
Untuk mencapai tujuan tersebut penulis
menggunakan metode pembelajaran permainan, yaitu suatu aktifitas yang dilakukan
oleh beberapa peserta didik untuk mencari kesenangan yang dapat membentuk
proses kepribadian anak
dan membantu anak mencapai perkembangan fisik, intelektual, sosial, moral dan
emosional (Hariyanto, 2010). Media yang penulis gunakan supaya membantu peserta
didik mencapai tujuan tersebut adalah (1) Juz Amma dan (2) Papan Rangkai.
Metode dan media tersebut penulis
gunakan dalam proses pendidikan religiusitas karena sesuai dengan teori fowler
tentang tahap perkembangan iman anak. Menurut Fowler, peserta didik kelas 4 SD
berusia sekitar 10 tahun sedang berada pada tahap kedua yaitu Kepercayaan
Mistis-Harafiah. Oleh karena itu mereka memerlukan pembelajaran yang
menggunakan benda-benda yang bersifat logis (nyata). Pertanda iman pada peserta
didik dapat ditandai dengan pemikiran-pemikiran logis terhadap pengalaman
imajinatifnya pada tahap 1. Pemikiran-pemikiran logis itu mulai bersifat konkret
dan mulai mengarah pada kategori sebab akibat. Semuanya itu oleh penulis
dikemas dalam RPP yang dapat dilihat pada lampiran.
RPP tersebut telah penulis praktekkan
(dalam kelompok) pada saat Religiusitas Anak. Adapun refleksi atas
pelaksanaannya yaitu : a. Refleksi penulis sendiri, pada saat penulis melakukan
simulasi di mata kuliah Pendidikan Religiusitas Anak, penulis dapat belajar
mengenai cara mengajar pendidikan agama yang baik dan dapat menggunakan metode
pembelajaran yang tepat untuk mengajarkan materi pendidikan agama. Penulis
dapat mengetahui kekurangannya saat mengajar melalui umpan balik dari dosen.
Penulis juga dapat belajar tentang arti pentingnya belajar pendidikan agama
bagi peserta didik. Selain untuk mendekatkan peserta didik dengan Allah,
pendidikan agama juga dapat mengajarkan pendidikan karakter bagi peserta didik,
sehingga dapat merubah perilaku peserta didik menjadi lebih baiak. b. Refleksi
dari teman yang beragama Protestan (Maharita Madya Wiratna/111134135) Dari
surat tersebut, saya belajar bahwa sholat merupakan kewajiban bagi orang yang
beragama muslim. Surat tersebut menasehati kita jangan sampai meninggalkan
sholat. Refleksi dari teman beragama katholik (Agatha Gitty C.W/111134202) dari
simulasi tersebut saya mendapat manfaat yaitu mengerti mengenai arti dari surat
Al-Kautsar, isi dan cara membacanya. Dari sini pula saya dapat mengetahui
beberapa ayat dalam kitab suci agama lain yang isinya sama-sama memuji keagungan
Tuhan. (Barbara Sekar Ciptaningtyas/111134034) Makna dari surat Al-Kautsar
yaitu nikmat yang banyak. Inti dari surat tersebut adalah perintah untuk rela
berkorban, jangan meninggalkan sholat, karena sholat sebagai bentuk rasa syukur
terhadap nikmat yang diberikan Allah SWT. Hal yang saya peroleh adalah jika
menjadi orang muslim yang baik dan taat harus mendirikan sholat, karena sholat
itu adalah suatu kewajiban bagi umat muslim, jadi kita diajarkan untuk taat
pada agama kita masing-masing dengan selalu bersyukur lewat doa.
4.
PENUTUP
Kesimpulan
Pendidikan
agama mengajarkan peserta didik sampai ke sikap batin mengenai Allah SWT dan
berkaitan tentang kehidupan. Selain itu pendidikan agama juga dapat digunakan
untuk mengajarkan pendidikan karakter kepada peserta didik. Penulis menulis
artikel yang berjudul “Membaca Surat Al-Kautsar dengan lancar untuk kelas 4 SD”
merupakan pendidikan karakter, karena dengan peserta didik membaca dan
mengartikan surat Al-Kautsar dapat bersyukur atas segala nikmat yang diberikan
oleh Allah SWT, yang dapat di wujudkan melalui rajin sholat dan rela untuk
berkorban. Sholat dapat mengajarkan nilai-nilai kebaikan kepada peserta didik,
contohnya mengajarkan kedisiplinan kepada peserta didik. Rela berkorban
mengajarkan peserta didik untuk selalu membantu sesama manusia tanpa pamrih
yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan menciptakan kerukunan terhadap sesama
peserta didik yang seagama maupun yang berbeda agama.
Umpan balik dari dosen
Dosen memberikan umpan balik kepada
penulis ketika melakukan simulasi di depan teman-teman sekelasnya yaitu ketika
simulasi penulis masih kurang komunikatif sehingga penulis masih berkesan kaku
dalam mengajar.
Saran
Sebagai seorang guru seharusnya
dapat mendidik karakter peserta didik. Pendidikan karakter dapat diajarkan
melalui pendidikan agama. Pendidikan karakter dapat membantu siswa untuk
menghadapi kehidupan social dimasyarakat. Karakter yang baik merupakan cermin
dari bangsa yang baik pula. Jadi seorang guru yang baik harus dapat membentuk
karakter peserta didik yang baik.
Kepustakaan
Warwanto,
Heribertus Joko, dkk.2009.Pendidikan
Religiositas – Gagasan, Isi, dan Pelaksanaannya.Kanisius:Yogyakarta
Samani,
Muchlas dan Hariyanto.2012.Pendidikan
Karakter.PT Remaja Rosdakarya:Bandung
Kesuma,
Dharma, dkk.2011.Pendidikan Karakter:
Kajian Teori dan Praktik di Sekolah.PT Remaja Rosdakarya:Bandung
______.2012.Aku Muslim Tapi Nggak Sholat.http://www.voa-islam.com/teenage/smart-teen/2012/08/28/20370/aku-muslim-tapi-nggak-sholat/.Diunduh
pada tanggal 5 Juni 2013, pukul 20.00
Hariyanto.2010.Metode Permainan Dalam Pembelajaran.http://belajarpsikologi.com/metode-permainan-dalam-pembelajaran/.Diunduh
pada tanggal 5 Juni 2013, pukul 20.30
- Google Buzz
- Orkut
- Stumbleupon
- Delicious
- Bitacoras

0 komentar:
Posting Komentar